Casey Neistat Move to CNN – Sebuah Review Dari Sudut Pandang yang Lain

whatsapp-image-2016-11-29-at-7-20-48-pmSaya pertama kali tau tentang Casey Neistat dari video viral dia di Youtube tentang “Sisi Gelap” orang – orang yang mengantri iPhone 5S di New York, sebuah mini atau micro documenter yang bagus. Selanjutnya saya lebih mengenal dia sebagai Apple Fanboy dan juga video maker, dengan style yg unik dan asik, sampai akhirnya dia memutuskan membuat Vlog harian di Youtube.
Saya tau vlog juga karena Casey.
Selang beberapa episode vlog, Casey meluncurkan app social media video sharing bernama BEME yang cukup heboh di awalnya.
Pada waktu itu saya juga ikut heboh untuk download dan mencoba, tetapi entah kenapa setelah mencoba BEME, saya merasakan bahwa BEME tidak menarik dan kemungkinan tidak akan sukses.
 
BEME tanpa Casey tidak lebih dari KW 12 nya Snapchat.
Saya sempat berdiskusi dengan beberapa teman aktivis app dan sosmed tentang BEME, dan beberapa permasalahan besar yang muncul dibalik BEME adalah :
 
Social media memiliki fungsi utama sebagai media pamer – bukan media berbagi seperti yang sering dipikir banyak orang selama ini. 
Orang happy dan mau menggunakan karena bisa memiliki “topeng” yang mujarab, tampak sangat nyata, bisa terlihat keren, terlihat religius, terlihat pandai, terlihat kaya atau bahkan tidak terlihat sama sekali ketika ingin marah – marah dan menjadi pribadi lain.
 
Intinya bisa menjadi apa saja asal bukan diri sendiri.
 
BEME justru sebalik nya, BEME seolah –  olah memaksakan penggguna untuk menjadi original,  dengan fitur sharing video tanpa editing, bahkan pada versi awalnya pengguna tidak bisa preview video yg akan di bagikan.
 

Filosofi ini mungkin cocok untuk Casey , tetapi mayoritas orang menggunakan sosmed dengan cara dan tujuan sebaliknya.

 

Kita suka filter – filter cantik …
Kita pemuja “like” dan ❤️
Kita haus comment dan viewers
 
Dari situ saya berani menyimpulkan bahwa BEME akan fail.
Ini kasus umum yang terjadi pada para pembuat atau developer, mereka merasa paham betul apa yang dimaui pasar / pengguna.
Sebaliknya mereka merasa bahwa apa yang mereka buat bakalan disukai dan diamui oleh pasar / pengguna.
Bro … Kalau banyak orang punya kemampuan seperti itu, akan banyak sekali muncul Steve Jobs baru dan jumlah produk busk akan semakin sedikit.
Sayang nya realita berkata tidak.
 
Seiring berjalannya waktu apa yang saya prediksikan mulai menjadi nyata.
Bahkan pada awal 2016 BEME melakukan perubahan design dan fitur menjadi lebih “seperti sosmed” yang lain.
Tetapi saya beranggapan sudah terlambat, sudah terlau banyak sosmed.
Satu – satunya yg bisa menolong apabila saat itu Casey – yang sebaliknya secara personal memiliki pertumbuhan yang cukup dasyat di chanel Youtube nya – mempromosikan Beme habis – habisan di vlog nya yang fenomenal itu.
 
Tetapi yang terjadi justru sebalik nya Casey justru diam, seolah menahan diri untuk tidak terlalu meng endorse BEME dan sebaliknya malah berbalik jadi endorser nya Samsung – WTF – yah Apple Funboy ini jadi endorser nya Samsung.
 
Tapi disinilah saya melihat kejeniusan dan kekuatan Casey, kalau ada Apple Fanboy kondang jadi endorser nya Samsung biasanya dia akan dicaci habis – habisan oleh Apple Fanboy lainnya, tetapi ini sebalik nya, bahkan salah satu editor situs Apple Fan terbesar di Indonesia pun cukup mengidolakan beliau.
 
BEME disisi lain semakin terpuruk, di folder sosmed di iPhone saya pun BEME sudah berada di halaman ke 2, tempat di iPhone saya yang berarti “sudah dianggap gak ada”  di delete sayang, dipake juga males.
 
Nah balik ke Casey, beliau semakin berkibar dan mendapat award dimana – mana, semakin banyak yang mengidolakan beliau. 
 
Tetapi saya justru selalu bertanya – tanya, apakabar BEME ?
Gimana exit strategi Casey misalkan Beme colaps ?
Gimana pertanggung jawaban dia ke investor ?
Apa bener ya bisnis App se’enak itu ?
Minta duit ke investor, misalkan gagal tinggal minta maap ?
 
Saya terus menunggu dan penasaran.
Saya tetep yakin bahkan semakin yakin kalau BEME pasti flop.
Tinggal nunggu berita dan move dari Casey.
 
Sampai akhirnya berita mengejutkan datang.
Casey berhenti nge Vlog.
Dia bilang idealisme dia, dia merasa sudah terlalu mudah, tau pattern buat sukses bikin content yang bisa menarik dan viral dan bla bla bla …
Bagi saya just fucking bullshit, idealisme dengan hargamembuang income 1000 USD per hari, buat orang yang tinggal di New York ?? Bullshit …
 
Sampai akhirnya berita muncul “CNN membeli Casey dan semua BEME team nya ”
 
Yes …
 
Akhirnya terjawab sudah.
 
Menurut saya ini exit strategi Casey yang OK banget, semua happy … CNN membeli BEME team dan Casey seharga 5 jt USD, Casey bisa bayar investor awal BEME …, Casey naik kelas di CNN dan team BEME tetap utuh terjaga.
 
DOPE ….
 
Tapi menurut saya justru disini pelajaran yang paling bagus, Casey mengorbankan Vlog nya demi menjadi “karyawan” CNN.
Di berita disebutkan bahwa Casey tetap bebas membuat perusahaannya sendiri “dibawah” CNN, dan CNN mempertaruhkan nasib nya untuk menjangkau viewer muda di tangan anak perusahaan baru nya yang akan dibuat oleh Casey nanti.
 
Intinya adalah bisnis App sebagai produk bukan lah sesuatu yang menjanjikan lagi, atau lebih halus nya bukan sesuatu yang mudah lagi, bahkan sekelas Casey pun gagal …
 
Kita bisa belajar dari Casey untuk tetap menyiapkan exit strategi kalau – kalau app kita gagal dan kita gak mau citra kita di muka investor rusak. Kita tetep harus balikin duit mereka. 
 
Social media gak akan pernah jadi tempat yang nyata atau netral … semua pasti hiperbolik, dan sudah di poles.
Karena basic instink manusia nya memang seperti itu dalam menggunakan sos med .. jadi hati – hatilah untuk percaya dengan apapun yang ada di social media.
 
Oke Casey … apakabar Samsung nya ??
Coba pake Xiaomi aja, fitur sama bahkan kadang lebih bagus, harga sepertiga nya Samsung … masuk kan dalam itungan bisnis …
Atau situ udah mulai agak mleset soal itung – itungan … ??? heheheh becanda bro …

Stay Hungry

Stay Hungry Bro ...

Stay Hungry Bro …

Mungkin kata – kata bijaksana “Stay hungry stay foolish” merupakan salah satu kata bijaksana yang paling terkenal di kalangan pemuja Steve Jobs dan para Apple fans seantero jagad …

Saya sendiri sebagai orang yang memang mengagumi Steve dan cari makan juga dari produk – produk bikinan perusahaan beliau serta – merta menjadikan kalimat bijaksana tersebut sebagai salah satu “kalimat penting pedoman hidup yudha” – KPPH Yudha .

Tetapi pada akhirnya saya sadar bahwa sebetulnya saya tidak terlalu paham dengan maksud kalimat bijak tersebut.
Saya baca ulang , saya cari definisi pembanding sana – dan sini , googling, yang ada malah makin bingung.

Karena bukan hal yang penting – penting banget, saya memutuskan untuk melupakannya saja , karena masih banyak juga kalimat bijak lain yang bisa dijadikan pedoman hidup …

” dalam sombong ada belajar ”
” to be or not to be ”
” just do it ”
” how low can you go ”
” berakit – rakit ke hulu berenang – renang ketepian ”
” bebaskan hidupmu dari drama dengan fokus pada komedi ”

dan masih banyak lagi … saya nggak terlalu mikir intinya.

Sampai pada akhirnya kurang lebih beberapa minggu yang lalu, di suatu sore yang basah dan lengket , saya asik ngobrol dengan salah satu teman.

Beliau meruapakan salah seorang teman yang cukup unik untuk dikoleksi mengingat profesi nya yang sangat beraneka ragam, artis nasional, tukang nyanyi, DJ, model, tukang jual rawon, bahkan pernah saya dengar juga beliau bekerja sebagai pengrajin alas minum …

” Tapi emang bener Bro, kalau lagi laper aku jadi produktif sekali, misal bangun tidur aku langsung kerja , bikin lirik , bikin lagu , cm modal rokok dan kopi, beneran ide mengalir dengan lancar dan produktif, tapi begitu aku makan dan kenyang bro .. tiba – tiba jadi males, dan bodo, ide – ide jadi mampet …. ”

Saya tertegun, saya terdiam dan saya kebelet boker ..

Mungkin ini kali ya yang dimaksud dengan kata bijaksana Pak Steve , ” Stay Hungry ”
Ada baiknya kita tetap kelaparan ??
Atau mungkin maksudnya jangan pernah merasa nyaman … karena rasa nyaman membuatmu menjadi lembek … sementara kehidupan ini keras …. dan yang lembek selalu kurang aseek …

Lalu untuk sisa kalimat bijak ” Stay Foolish ” … saya pikir akan ketemu juga besok artinya, sementara ini setengah dulu udah lumayan ….

So stay hungry people … karena orang yang kelaparan adalah orang yang paling bisa melihat dengan jelas solusi untuk sebuah masalah …

My Baby Business …

Seorang guru pernah berkata , membangun sebuah bisnis itu ibaratnya menjaga seorang bayi …

– Baru bisa dilepas stabil sampai dengan umur 5 tahun.
– Harus dijaga, diawasi, dicukupi kebutuhan dan keperluan nya
– Rapuh, rentan terhadap serangan penyakit
– Semua harus segera cepat dan responsif …

Seorang pecinta alam juga pernah membawa hikmah, bahwa membangun sebuah bisnis itu ibarat membuat sebuah api unggun ..

– Bila sudah mulai besar, jangan langsung ditinggal ..
– Dijaga dari terpaan angin dan hujan biar ndak mati

Dari saya sendiri , membangun sebuah bisnis itu ibarat perjuangan di kakus
– Butuh angan
– Butuh ketekunan
– Butuh kesabaran
– Butuh imajinasi
– Butuh “ngeden” –> bahasa Indonesia nya apa yah ??
– Butuh “ngempet’ –> menahan napsu kali ya ??
– Butuh rokok dan blackberry ….

Yah begitulah perspektif kita masing – masing dalam mengembangkan bisnis …
Ada yang mau sumbang saran ??

Little Promo :
buat yang tertarik melihat baby saya … bisa di klik di www.dssync.com