About Yudha Sancaka

It’s just like another notes with the twits

Logitech M720 – Triathlon – Review

Review ini saya tulis setelah kurang lebih hampir 1 bulan saya pakai Logitech M720 Triathlon.  M720 ini saya pesan sebagai pengganti bagi Apple Magic Mouse – Gen 1 yang saya gunakan tandem dengan Logitech M705 sehari – hari.

Sebelumnya saya menggunakan Magic Mouse sebagai mouse utama saya sejak 2009 – pertama kali mouse ini muncul, Magic Mouse terakhir yang saya gunakan adalah pembelian ke 2, bukan karena yang pertama rusak, tetapi karena hilang.

Saya adalah  “ mouse junkie “ yang dalam menggunakan komputer tidak pernah bisa lepas dari mouse, saya termasuk orang yang beranggapan bahwa trackpad serasa tidak natural dan melawan hukum alam he he he.

Ditambah histori saya yang pernah berkarier sebagai “drafter” dan designer perabotan menggunakan AutoCAD membuat saya semakin sulit untuk membuang kebiasaan menggunakan mouse.

Setelah saya beralih total ke Apple saya selalu menggunakan Apple Mouse, sampai kurang lebih 2013 an saya mulai merasakan bahwa kekurangan terbesar dari mouse buatan Apple adalah pada design nya yang cantik tetapi sangat tidak nyaman untuk digunakan dalam waktu yang cukup lama. Cantik tapi ‘gak ergonomic. Sedangkan saya bisa lebih dari 4 – 6 jam menggunakan mouse, sepanjang saya menggunakan komputer, saya selalu  menggunakan mouse, lama – kelamaan terasa sekali tidak nyaman di pergelangan tangan.
Ditambah dengan faktor “ U ”  – Umur, Magic Mouse yang saya gunakan terakhir terasa lebih cepat membuat pergelangan tangan menjadi kaku dan pegel.

Dari situ saya mulai tertarik untuk melihat mouse lain selain mouse bikinan Apple.

Mouse yang lebih ergonomic dan nyaman digunakan, serta bisa mewakili fungsional dari Magic Mouse yang sudah biasa saya gunakan dan wireless. Setelah melalui beberapa survey kecil – kecilan hal pertama yang saya temukan adalah mouse – mouse ergonomic non Apple tombol nya banyak betul. Lalu ada mouse untuk kebutuhan game yang jumlah tombol nya lebih dasyat lagi, yang kadang saya bingung juga gimana cara pakainya.

Tetapi setelah saya membaca beberapa review, akhirnya saya menemukan bahwa mouse untuk kebuthan kerja, wireless, ergonomis yang cukup mendapatkan review positif adalah Logitech M705.

Bahkan salah satu situs review terkemuka www.wirecutter.com, sampai saat ini  masih menempatkan M705 ini sebagai yang terbaik. Review lengkap nya bisa dibaca di sini http://thewirecutter.com/reviews/best-wireless-mouse/

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli Logitech M705 tersebut sebagi pengganti untuk Apple Magic Mouse, diluar dugaan di Indonesia cukup sulit mencari nya, saya akhirnya mendapatkan di Mangga Dua Mall dengan 600.000, cukup lumayan juga.

M705 ini seperti yang dituliskan di review adalah mouse yang “OK” di semua sisi nya, kebutuhan akan mouse nyaman yang saya perlukan benar – benar terpenuhi.

Fleksibilitas dari touct yang ada di Magic Mouse bisa tercover oleh tombol – tombol fungsi yang berjumlah 6 buah diluar klik kanan dan kiri.

Semua tombol tersebut dapat di custom sesuai dengan kebutuhan dengan bantuan dari aplikasi Logitech for OSX.

Batre 2 buah alkaline AA yang bisa tahan sampai 3 tahun, yess 3 tahun …. Dpi laser nya yang terasa lebih baik dari Magic mouse juga memberikan kemampuan pointer yang terasa lebih presisi dan smooth, walaupun secara teknis lebih tinggi Magic Mouse ( 1300 dpi vs 1000 dpi ).

Intinya saya puas.

Tapi ada 1 kelemahan yang buat saya cukup mengganggu, yaitu wireless conectivity nya masih mengandalkan wireless receiver yang harus dicolokan di port USBBuat pengguna Mac yang miskin port USB, ini bencana besar, karena hanya akan tersedia 1 sisa port USB. Hal ini lah yang membuat kadang saya masih harus balik ke Magic Mouse ketika saya sedang bekerja dengan pekerjaan yang memerlukan banyak USB port.

Selebih nya OK.

Pada pertengahan Juni 2016 datang kabar yang cukup menarik, Logitech meluncurkan versi lanjutan dari M705 yaitu M720 , dan salah satu fitur andalan nya adalah suport Bluetooth connectivity untuk wireless nya. Bahkan suport untuk multiple device sampai dengan 3 device.

Wow . . .

Akhirnya satu – satunya kekurangan pada M705 di sisi saya terjawab pada M720. Setelah menunggu agak cukup lama akhirnya pada bulan September 2016, M720 mulai tersedia di pasaran Indonesia, walau untuk pembeliannya harus lewat situs online seperti Tokopedia.

Saya akhirnya memesan M720 ini , dan inilah review subjective saya terhadap mouse generasi ke 2 penerus mouse yang katanya merupakan salah satu yang terbaik.

M720 ini memiliki bentuk dan ukuran yang tidak jauh berbeda dengan pendahulunya M705, hanya saja bahan plastik nya entah kenapa terkasan sedikit lebih murahan dibandingkan dengan M705 karena mengikuti trend warna mate yang dianut Logitech saat ini.

Selain itu M720 ini terasa lebih ringan karena saat ini hanya digerakan oleh 1 batree AA yang konon katanya bisa bertahan hingga 24 bulan ( tergantung penggunaan ), saya sendiri lebih nyaman dengan mouse yang “berat”. Oww ya batree yang bisa diganti ini juga merupakan salah satu nilai plus untuk saya, mengingat trend yang berkembang belakangan ini adalah mouse dengan batree rechargeable yang menimbulkan pertanyaan bagi saya kalau batree nya rusak gimana gantinya ?

Konektivitas sejauh ini cukup baik, hanya saja sudah harus menggunakan aplikasi Logitech Options terbaru supaya bisa betul – betul berfungsi optimal.

Gunakan Logitech Options versi terbaru ya, Versi 6.35.142 karena pada versi sebelumnya saya sering mengalami problem konektivitas di Bluetooth nya. Sering disconect sendiri dan sulit untuk reconnect lagi terutama bila dari kondisi sleep. Pada versi terbaru ini problem tersebut relative jarang terjadi.

M720 ini secara setting hampir bisa dikatakan sama dengan pendahulunya M705, yang membedakan adalah adanya 1 extra tombol untuk memindahkan pilihan “antar device” karena M720 ini suport multiple device connectivity.

Setting utama saya terletak di scroll whell pada M720 ini ( sama seperti sebelumnya di M705 ).
Scrollwhell ini selain untuk scroll ke atas dan bawah, bisa juga digunakan untuk klik tengah dan klik slide ke kiri dan klik slide ke kanan.

Klik tengah saya setting untuk fitur mission control atau expose di OSX, dan klik slide kiri dan kanan nya saya gunakan untuk slide kiri dan kanan juga.
Slide kiri dan kanan ini memberikan feel yang sama dengan ketika menggunakan Magic Mouse yang berbasis touch pada saat melakukan slide kiri dan kanan.
Satu fitur yang hilang di Magic mouse, yaitu kemampuan untuk melakukan klik tengah. Bagi saya klik tengah sangat berguna dan vital pada workflow saya. Saya menggunakan untuk Mission Control di OSX dan untuk drag di AutoCAD.

Ada 4 tombol tersisa lagi di bagian samping yang bisa diakses dengan ibu jari saya setting untuk untuk kebutuhan sekunder yaitu show desktop, launchpad dan satu tombol yang agak cukup sulit diakses di bagian dasar dekat ibu jari saya gunakan untuk screen capture.

Semua kebutuhan saya sudah sangat terwakili, bahkan lebih jauh dari cukup.

Kelebihan lain yang cukup saya sukai adalah adanya fungsi fast scrolling, dimana dengan menekan tombol fast scrolling yang terletak di dekat scrollwhell, schrollwhell akan berubah menjadi semacam loose sehingga bisa bergerak lebih kencang dan berubah menjadi fast scroll.

Ini adalah setting personal saya, jadi sangat subjective tetapi menurut saya sudah memberikan kelleluasaan yang besar, bahkan ada beberapa fungsi yang sebelumnya tidak bisa saya lakukan dengan menggunakan Magic Mouse bisa saya lakukan di M720 ini.

Buildquality, seperti umum nya produk – produk Logitech terkenal tangguh dan memang sepertinya dibuat untuk bertahan selamanya. Walau masih menggunakan bahan dasar plastik, tidak seperti Magic Mouse yang sebagian mengunakan logam, tapi secara daya tahan cukup luar biasa. Betul – betul dibuat sebagai “cangkul” kerja.

Design dan estetika menurut saya adalah hal yang personal, tetapi menurut pendapat saya memang dalam hal ini M720 ini agak kurang. Bentuk nya entah kenapa saya rasa kurang enak dilihat dan terkesan murahan untuk mouse seharga 600.000 an.

Tetapi memang tujuan awal saya adalah mencari mouse yang nyaman dan fungsional digunakan. Bila mengejar estetika saya tentunya akan bertahan dengan Magic Mouse.

Kesimpulan akhirnya :

M720 ini adalah mouse yang sangat baik untuk kebutuhan kerja.
Harga nya cukup premium – 600.000 an.
Bluetooth adalah nilai plus utama terutama untuk anak – anak Mac yang miskin port USB.
Batree menggunakan AA juga merupakan nilai plus, karena tidak perlu charge dan bila batree rusak mudah untuk diganti dan tahan sampai 2 taon untuk 1 batree.
Aplikasi driver dukungan untuk Mac juga OK.
Buildquality dan daya tahan sangat baik.
Kalaupun ada kelemahan adalah saat menggunakan konektivitas bluetooth sering disconect terutama pada saat dari sleep.
Bentuk nya juga kurang cantik dan terkesan murahan.

Selebih nya saya sangat puas denga M720 ini, dan saat ini Magic Mouse saya bisa beristirahat dengan tenang jadi barang pajangan / koleksi karena memang cantik bentuk nya.

Casey Neistat Move to CNN – Sebuah Review Dari Sudut Pandang yang Lain

whatsapp-image-2016-11-29-at-7-20-48-pmSaya pertama kali tau tentang Casey Neistat dari video viral dia di Youtube tentang “Sisi Gelap” orang – orang yang mengantri iPhone 5S di New York, sebuah mini atau micro documenter yang bagus. Selanjutnya saya lebih mengenal dia sebagai Apple Fanboy dan juga video maker, dengan style yg unik dan asik, sampai akhirnya dia memutuskan membuat Vlog harian di Youtube.
Saya tau vlog juga karena Casey.
Selang beberapa episode vlog, Casey meluncurkan app social media video sharing bernama BEME yang cukup heboh di awalnya.
Pada waktu itu saya juga ikut heboh untuk download dan mencoba, tetapi entah kenapa setelah mencoba BEME, saya merasakan bahwa BEME tidak menarik dan kemungkinan tidak akan sukses.
 
BEME tanpa Casey tidak lebih dari KW 12 nya Snapchat.
Saya sempat berdiskusi dengan beberapa teman aktivis app dan sosmed tentang BEME, dan beberapa permasalahan besar yang muncul dibalik BEME adalah :
 
Social media memiliki fungsi utama sebagai media pamer – bukan media berbagi seperti yang sering dipikir banyak orang selama ini. 
Orang happy dan mau menggunakan karena bisa memiliki “topeng” yang mujarab, tampak sangat nyata, bisa terlihat keren, terlihat religius, terlihat pandai, terlihat kaya atau bahkan tidak terlihat sama sekali ketika ingin marah – marah dan menjadi pribadi lain.
 
Intinya bisa menjadi apa saja asal bukan diri sendiri.
 
BEME justru sebalik nya, BEME seolah –  olah memaksakan penggguna untuk menjadi original,  dengan fitur sharing video tanpa editing, bahkan pada versi awalnya pengguna tidak bisa preview video yg akan di bagikan.
 

Filosofi ini mungkin cocok untuk Casey , tetapi mayoritas orang menggunakan sosmed dengan cara dan tujuan sebaliknya.

 

Kita suka filter – filter cantik …
Kita pemuja “like” dan ❤️
Kita haus comment dan viewers
 
Dari situ saya berani menyimpulkan bahwa BEME akan fail.
Ini kasus umum yang terjadi pada para pembuat atau developer, mereka merasa paham betul apa yang dimaui pasar / pengguna.
Sebaliknya mereka merasa bahwa apa yang mereka buat bakalan disukai dan diamui oleh pasar / pengguna.
Bro … Kalau banyak orang punya kemampuan seperti itu, akan banyak sekali muncul Steve Jobs baru dan jumlah produk busk akan semakin sedikit.
Sayang nya realita berkata tidak.
 
Seiring berjalannya waktu apa yang saya prediksikan mulai menjadi nyata.
Bahkan pada awal 2016 BEME melakukan perubahan design dan fitur menjadi lebih “seperti sosmed” yang lain.
Tetapi saya beranggapan sudah terlambat, sudah terlau banyak sosmed.
Satu – satunya yg bisa menolong apabila saat itu Casey – yang sebaliknya secara personal memiliki pertumbuhan yang cukup dasyat di chanel Youtube nya – mempromosikan Beme habis – habisan di vlog nya yang fenomenal itu.
 
Tetapi yang terjadi justru sebalik nya Casey justru diam, seolah menahan diri untuk tidak terlalu meng endorse BEME dan sebaliknya malah berbalik jadi endorser nya Samsung – WTF – yah Apple Funboy ini jadi endorser nya Samsung.
 
Tapi disinilah saya melihat kejeniusan dan kekuatan Casey, kalau ada Apple Fanboy kondang jadi endorser nya Samsung biasanya dia akan dicaci habis – habisan oleh Apple Fanboy lainnya, tetapi ini sebalik nya, bahkan salah satu editor situs Apple Fan terbesar di Indonesia pun cukup mengidolakan beliau.
 
BEME disisi lain semakin terpuruk, di folder sosmed di iPhone saya pun BEME sudah berada di halaman ke 2, tempat di iPhone saya yang berarti “sudah dianggap gak ada”  di delete sayang, dipake juga males.
 
Nah balik ke Casey, beliau semakin berkibar dan mendapat award dimana – mana, semakin banyak yang mengidolakan beliau. 
 
Tetapi saya justru selalu bertanya – tanya, apakabar BEME ?
Gimana exit strategi Casey misalkan Beme colaps ?
Gimana pertanggung jawaban dia ke investor ?
Apa bener ya bisnis App se’enak itu ?
Minta duit ke investor, misalkan gagal tinggal minta maap ?
 
Saya terus menunggu dan penasaran.
Saya tetep yakin bahkan semakin yakin kalau BEME pasti flop.
Tinggal nunggu berita dan move dari Casey.
 
Sampai akhirnya berita mengejutkan datang.
Casey berhenti nge Vlog.
Dia bilang idealisme dia, dia merasa sudah terlalu mudah, tau pattern buat sukses bikin content yang bisa menarik dan viral dan bla bla bla …
Bagi saya just fucking bullshit, idealisme dengan hargamembuang income 1000 USD per hari, buat orang yang tinggal di New York ?? Bullshit …
 
Sampai akhirnya berita muncul “CNN membeli Casey dan semua BEME team nya ”
 
Yes …
 
Akhirnya terjawab sudah.
 
Menurut saya ini exit strategi Casey yang OK banget, semua happy … CNN membeli BEME team dan Casey seharga 5 jt USD, Casey bisa bayar investor awal BEME …, Casey naik kelas di CNN dan team BEME tetap utuh terjaga.
 
DOPE ….
 
Tapi menurut saya justru disini pelajaran yang paling bagus, Casey mengorbankan Vlog nya demi menjadi “karyawan” CNN.
Di berita disebutkan bahwa Casey tetap bebas membuat perusahaannya sendiri “dibawah” CNN, dan CNN mempertaruhkan nasib nya untuk menjangkau viewer muda di tangan anak perusahaan baru nya yang akan dibuat oleh Casey nanti.
 
Intinya adalah bisnis App sebagai produk bukan lah sesuatu yang menjanjikan lagi, atau lebih halus nya bukan sesuatu yang mudah lagi, bahkan sekelas Casey pun gagal …
 
Kita bisa belajar dari Casey untuk tetap menyiapkan exit strategi kalau – kalau app kita gagal dan kita gak mau citra kita di muka investor rusak. Kita tetep harus balikin duit mereka. 
 
Social media gak akan pernah jadi tempat yang nyata atau netral … semua pasti hiperbolik, dan sudah di poles.
Karena basic instink manusia nya memang seperti itu dalam menggunakan sos med .. jadi hati – hatilah untuk percaya dengan apapun yang ada di social media.
 
Oke Casey … apakabar Samsung nya ??
Coba pake Xiaomi aja, fitur sama bahkan kadang lebih bagus, harga sepertiga nya Samsung … masuk kan dalam itungan bisnis …
Atau situ udah mulai agak mleset soal itung – itungan … ??? heheheh becanda bro …

Stay Hungry

Stay Hungry Bro ...

Stay Hungry Bro …

Mungkin kata – kata bijaksana “Stay hungry stay foolish” merupakan salah satu kata bijaksana yang paling terkenal di kalangan pemuja Steve Jobs dan para Apple fans seantero jagad …

Saya sendiri sebagai orang yang memang mengagumi Steve dan cari makan juga dari produk – produk bikinan perusahaan beliau serta – merta menjadikan kalimat bijaksana tersebut sebagai salah satu “kalimat penting pedoman hidup yudha” – KPPH Yudha .

Tetapi pada akhirnya saya sadar bahwa sebetulnya saya tidak terlalu paham dengan maksud kalimat bijak tersebut.
Saya baca ulang , saya cari definisi pembanding sana – dan sini , googling, yang ada malah makin bingung.

Karena bukan hal yang penting – penting banget, saya memutuskan untuk melupakannya saja , karena masih banyak juga kalimat bijak lain yang bisa dijadikan pedoman hidup …

” dalam sombong ada belajar ”
” to be or not to be ”
” just do it ”
” how low can you go ”
” berakit – rakit ke hulu berenang – renang ketepian ”
” bebaskan hidupmu dari drama dengan fokus pada komedi ”

dan masih banyak lagi … saya nggak terlalu mikir intinya.

Sampai pada akhirnya kurang lebih beberapa minggu yang lalu, di suatu sore yang basah dan lengket , saya asik ngobrol dengan salah satu teman.

Beliau meruapakan salah seorang teman yang cukup unik untuk dikoleksi mengingat profesi nya yang sangat beraneka ragam, artis nasional, tukang nyanyi, DJ, model, tukang jual rawon, bahkan pernah saya dengar juga beliau bekerja sebagai pengrajin alas minum …

” Tapi emang bener Bro, kalau lagi laper aku jadi produktif sekali, misal bangun tidur aku langsung kerja , bikin lirik , bikin lagu , cm modal rokok dan kopi, beneran ide mengalir dengan lancar dan produktif, tapi begitu aku makan dan kenyang bro .. tiba – tiba jadi males, dan bodo, ide – ide jadi mampet …. ”

Saya tertegun, saya terdiam dan saya kebelet boker ..

Mungkin ini kali ya yang dimaksud dengan kata bijaksana Pak Steve , ” Stay Hungry ”
Ada baiknya kita tetap kelaparan ??
Atau mungkin maksudnya jangan pernah merasa nyaman … karena rasa nyaman membuatmu menjadi lembek … sementara kehidupan ini keras …. dan yang lembek selalu kurang aseek …

Lalu untuk sisa kalimat bijak ” Stay Foolish ” … saya pikir akan ketemu juga besok artinya, sementara ini setengah dulu udah lumayan ….

So stay hungry people … karena orang yang kelaparan adalah orang yang paling bisa melihat dengan jelas solusi untuk sebuah masalah …

iPod Photo Project – Update #1 – 8/2/12

Saya suka foto.
Kesukaan saya terhadap foto lebih ke bagaimana foto tersebut bisa mengabadikan moment.

Banyak yang bilang bahwa “a picture tell a 1000 words”

Sekarang kita lebih dimudahkan dengan banyaknya alat dan aplikasi atau software untuk menghasilkan kreasi – kreasi foto yang luar biasa.
Tetapi entah kenapa akhir – akhir ini saya merasakan bahwa ketika saya ngobrol dengan beberapa teman – teman yang mengaku pecinta seni foto atau tukang foto betulan , tema yang muncul selalu tentang seberapa canggih dan mahal kamera beserta alat pendukung mu.

Timbul pertanyaan, apakah pecinta photo seperti saya yang bermodal kamera bawaan dari iPod Touch ( kelas VGA ) dan sebuah kamera digital pocket berumur 5 tahun tidak bisa menghasilkan karya foto juga?
Dari pertanyaan tersebut maka saya mencoba untuk mengumpulkan foto – foto yang saya buat murni dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh kamera bawaan dari iPod Touch yang saya miliki.

Karya – karya tersebut akan saya kumpulkan dalam posting ini dan semoga bisa menjadi sebuah karya foto yang bisa dinikmati dengan segala keterbatasan yang ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Update #1

 

 

 

Minimalist Living Project #1 – Handuk

Handuk , yahhh …
Handuk yang mendapatkan kehormatan untuk menjadi Item #1 di Minimalist Living Project kali ini.

Jadi critanya saya masih tinggal sendiri di rumah dan entah kenapa saya baru nyadar, di rumah yang cuma ditinggali 1 orang dn 1 ekor kucing ini ada 5 buah anduk di jemuran dan masih ada 2 anduk bersih di dalam lemari.
Ini GILA …

Pertanyaan berikutnya adalah, berapa sebenarnya jumlah anduk yang diperluka 1 orang dalam 1 minggu ?
Untuk cowo macam saya bisa saja cukup 1 dalam 1 bulan, tapi berhubung taon 2012 ini saya berencana menjadi tampan dan higienis juga, maka saya memutuskan untuk mencuci anduk saya setiap 1 minggu sekali, jadi saya butuh 1 anduk dalam 1 minggu, 1 anduk untuk cadangan bila anduk 1 dicui dan 1 anduk untuk jaga – jaga, bila ada bencana anduk.

Saya pun memilih model ukuran kecil dan berwarna gelap seperti yang sering saya pakai nge gym dulu.
Warna gelap biar nggak gampang kotor dan ukuran kecil supaya praktis.

Jadi sekarang total dari ada 10 anduk dirumah yang cuma diisi 1 orang ini, sekarang tinggal menjadi 3  anduk berwarna gelap, 2 ukuran kecil dan 1 ukuran besar.

Yap Minimalist Living Project #1 telah selesai.

Next item , belon kepikiran … sambil jalan aja ….

Minimalist Living Project

 

 

Gara – gara membuat tulisan ” Minimalist Living – Hidup Seperlunya “  sebelum ini, saya jadi ingin melakukan sebuah Project untuk menyederhanakan hidup saya sampai pada level sesederhana mungkin.
Hidup dengan barang – barang seperlunya, dengan jumlah yang seperlunya juga.
Membeli barang berdasarkan fungsi dan kebutuhan dan design yang keren tentunya.
Memfilter dan benar – benar mencari barang – barang sekeren mungkin yang bisa saya dapatkan dengan harga seminimal mungkin.
Menyederhanakan minimal 1  barang per minggunya
Do More With Less

Yah begitulah …
Bila ada parameter lain yang besok bisa saya tambahkan, akan saya tambahkan besok.

Entah kenapa jadi semangat sekali, semacam ada bentuk perlawanan di tengah gaya hidup yang beli – beli – beli dan beli yang sedang trend sekali di Indonesia sekarang.

Semoga hidup saya bisa lebih baik, sebaik hidup Pak Mario Teguh .

 

Minimalist Living – Hidup Seperlunya

 

” Do More With Less ” mungkin merupakan mantra yang paling sesuai untuk menyelesaikan atau mungkin mengurangi masalah yang kita hadapi sehari – hari saat ini.

Bertukar contact yang dahulu cukup dengan tukar no telp, sekarang nambah PIN BB, iMessages, WhatsUp, email dsb dsb.

Dahulu cuman ada Friendster sekarang Facebook , Google + , Twitter, Linkedin, dsb ( dan social media berikutnya )
Dahulu bener – bener asing dengan kata “Update Status”  … dan sekarang sepertinya kata itusud lebih sering kedenger ketimbang “sex”
Dahulu bila kita melihat atau menggunakan handphone kita hanya ada 2 hal telpon & sms, atau cari contact dan pakai calculator, sekarang sekali kita menatap handphone kita, ada Facebook, Twitter, Instagram, Game, dan  banyak hal disitu.

Tas kita mungkin dahulu hanya berisi dompet , handnote, kunci dan sekarang sudah berkembang menjadi Laptop, netbook, iPad, iPod, Flashdisk , dan banyak lagi.

Tiba – tiba saja saya mebawa ransel sebagai tas kerja harian saya.
Tiba – tiba tanpa saya sadari saya harus meluangkan waktu khusus untuk mencari sistem membalas ucapan selamat Natal beberapa hari yang lalu yang mengalir dari 5 jalur berbeda ( BBM, email , sms, Facebook dan Twitter )
Tiba – tiba banyak yang jadi ribet dan repot …

Tahun 2012 ini akan asik saya penuhi dengan project “Do More with Less”

 

susah … Move On … ( pada kasus cinta ) dan obatnya

Akhirnya setelah 2 taon saya menulis lagi tentang masalah yang behubungan dengan cinta ..

Kali ini tema yang hot dan saat  ini cukup banyak menjadi  bahan pembicaraan dalam perbincangan saya dengan teman – teman akhir – akhir ini.

Sebenernya saya sendiri masih bingung dangan apa maksud dari “move on” itu, yang saya tau se ‘ntu adalah fase dimana kita sudah bisa dan siap untuk melanjutkan proses setelah sebelumnya kita masih terkenang – kenang dengan kehilangan yang kita alami.

Permasalahan susah Move On ini biasanya diawali dengan terjebaknya seseorang atau sepasang atau sekelompok ( dalam kasus cinta bersegi ) dalam sebuah hubungan yang tidak jelas atau bermasalah. Masalahnya kadang bisa bermacam macam, tapi biasanya diawali dengan kata ” beda”.

  • beda prinsip – ( satunya berprinsip beda itu indah – satunya berprinsip sesama jenis itu asyik )
  • beda agama – ( no comment … )
  • beda keyakinan – ( saya yakin suka sama situ,  tapi situnya yakin banget nggak ada feeling apa – apa )
  • beda status – ( satunya status single – satunya status istri orang )
  • beda orientasi – ( satunya berorientasi sex –  satunya berorientasi ke iman’an )
  • dbll – ( dan beda lain – lain )

Perbedaan inilah yang kemudian tidak bisa dikelola dan akhirnya berujung pada sebuah kondisi dimana pisah segan nggak pisah juga nggak mau.
Bisa juga udah pisah  tapi  … tapi …  – udah pisah tapi banyak “tapi” nya*  , yang kemudian berakhir pada ketidak jelasan dalam jangka waktu yang lama.

Nah beberapa waktu yang lalu saya sempat ngobrol dengan teman saya yang dudul si Tika Banget, dia menyadur dari kata sang suami si Rangga yang ber teori

sebuah hubungan kalau sudah mulai nggak baik itu pilihannya cm 2 : bubar atau kompromi. Masalahnya adalah banyak yang nggak mau bubar tapi juga nggak mau kompromi

Bisa benar – bisa juga tidak, tapi dari beberapa pengalaman teman dan pengalaman saya pribadi memang  seperti yang dikata Tika dan Rangga  ‘tu yang sering kejadian dengan banyak pasangan dan pernah saya alami juga.

Lalu sekarang, sesudah baca sampai sejauh ini kan tentu pingin tau apa se obat nya buat bisa move on ( cepet kalau bisa ).
Saya pernah baca se, kalau obat buat move on itu cm ada 3 :

  • ikhlas
  • waktu
  • orang baru

Semoga 3 hal diatas bisa jadi petunjuk buat bisa move on.

HOAX motivator Wirausaha atau Enterpreneur di Indonesia – Versi Saya

Akhir – akhir ini saya sering mengikuti timeline ( ogah nyebut linimasa karena emang kesannya maksa ) Twitt beberapa orang yg sepertinya motivator , ahli, atau tukang kompor orang lain untuk menjadi Enterpreneur, pengusaha atau saya lebih suka menyebutnya wiraswasta  ( lebih Indonesia daripada linimasa ).

Berikut ini saya list beberapa Twitt yg saya ingat yg menurut saya agak – agak cupu dan beda dengan apa yg saya alami selama menjalani rutinitas ber wirswasta.

HOAX – Mempunyai waktu luang lebih banyak  untuk keluarga .

Kejadiannya seperti ini : kita sekolah dibatasi guru – kuliah dibatasi dosen – kerja dihajar bos – nah wiraswasta pernah denger client rewel dan Investor ??  Semua ada yang membatasi, saya masih harus bekerja lebih dari 8 jam sehari dan tanggal di kalender saya butawarna alias nggak ada merah and libur. Crita ini dialami oleh hampir semua teman dan wiraswastawan sukses yg saya anggap guru dan mentor.
Menurut saya yg terjadi adalah BUKAN mempunyai lebih banyak waktu luang untuk keluarga, tetapi lebih leluasa mengatur alokasi waktu untuk keluarga.
Kalau memang bener pingin punya banyak waktu luang sampai saat ini saya masih percaya PNS pilihan terbaik untuk mewujudkannya.

HOAX – Supaya cepet kaya ..
Relatif … saya pernah merasakan bekerja 3 hari mendapatkan untung 432.000.000 – untung lo , margin, profit, bukan omzet … Tapi juga pernah merasakan dalam 1 hari lost 500.000.000.
Tapi yang paling berkesan adalah saat saya memulai wirausaha saya yang ke 2, dari total omset penjualan 100.000.000 an saya cm untung Rp. 15 , –  ( lima belas rupiah )  – salah ngitung konversi dollar.
Hal yang benar – benar harus diingat ketika anda ber wirausaha , keuntungan sebesar apapun itu harus diproyeksikan untuk rencana pemenuhan kebutuhan rutin operasional selama 1 tahun dahulu, sukur – sukur bisa nutup samape 5 tahun. Nah sisa nya di saving untuk biaya project berikutnya .
Kebanyakan wiraswastawan hancur karena ngk siap liat duit banyak …

Sekedar crita aja, ada layanan service penyimpanan data di internet yg cukup terkenal yaitu DROPBOX  nah, wiraswasta ini diawali 2 orang mahasiswa dari kamar kost mereka, ketika akhirnya ada yang mau menginvestasikan  ke mereka 1,5 juta USD posisi keuangan meraka tinggal 69 USD saat itu. Bayangkan dari 69 USD jadi 1,5  jt USD – kalau wiraswastawan indonesia saya yakin yg pertama dipikirkan adalah : “Sepertinya saya butuh mobil baru ini ….”

HOAX  – HUTANG untuk Usaha
Saya rasa yang ini termasuk yang paling unik, utang untuk usaha itu ibarat pedang bermata 2 – kalau anda menggunakannya dengan benar dan baik, faktor – faktor resiko sudah terkelola dengan baik, maka utang bisa menjadi leverage atau faktor pengungkit yang baik untuk usaha, tapi bila sebaliknya, kehancuran yang dibawa akan berlipat – lipat.

Sedikit tips untuk mengelola utang untuk modal usaha yang baik adalah sebagai berikut :
Pastikan utang yang akan kita gunakan untuk usaha ini akan bisa membawa keuntungan dalam jangka waktu yang bisa diperhitungkan.
Misalkan – Utang untuk membiayai project senilai Rp. 1 .000.000 dengan keuntungan Rp.500.000 yang akan diterima 3 bulan setelah proyek selesai.
Nah bila kita utang Rp. 1.000.000 dengan bunga 50.000 per bulan maka bila proyek mundur dan pembayaran mundur sampai lebih dari 10 bulan bisa dipastikan kita kerja bakti sosial. Nah perhitungkan baik – baik resiko nya dan kelola resikonya.

Bila utang anda digunakan untuk modal pembelian alat atau perlengkapan usaha, nah itu lebih abstrak lagi pehitungannya, karena perlengkapan usaha itu bila berupa alat akan ada nilai penyusutan dan sebagaian akan memakan biaya pemeliharaan dsb.
Kadang memang terkesan konyol, tapi ada seorang teman pengusaha restoran yang cukup sukses yang bercerita bahwa untuk membeli sebuah sendok sayur saja dia memiliki catatan jumlah sendok sayur yang dia punya dan dia memikirkan sampai cukup detail pemilihan harganya.
Yah memang harus detail se, Steve Jobs pun demikian.

Nah ini beberapa catatan yang saya catat seputar beberapa hal yang sering di TEKAN kan oleh para motivator untuk menjadi enterpreneur yang menurut saya tidak berimbang penyampaian faktanya.

Saya sangat setuju dengan gerakan untuk memotivasi rekan – rekan muda untuk menjadi wiraswastawan dan membantu menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi saya lebih setuju bila motivasi itu diberikan secara berimbang dan jangan melupakan cara mengelola faktor – faktor resiko yang ada.
Jangan sampai informasi yang diterima berkesan bombastis dan jauh dari kenyataan. Enterpreneur itu soal semangat dan kreativitas. Bila motivasi yang ada hanya sedangkal untuk menjadi kaya, maka yang lahir nanti adalah tidak lebih orang – orang rakus semacam koruptor dalam format yang berbeda.