HOAX motivator Wirausaha atau Enterpreneur di Indonesia – Versi Saya

Akhir – akhir ini saya sering mengikuti timeline ( ogah nyebut linimasa karena emang kesannya maksa ) Twitt beberapa orang yg sepertinya motivator , ahli, atau tukang kompor orang lain untuk menjadi Enterpreneur, pengusaha atau saya lebih suka menyebutnya wiraswasta  ( lebih Indonesia daripada linimasa ).

Berikut ini saya list beberapa Twitt yg saya ingat yg menurut saya agak – agak cupu dan beda dengan apa yg saya alami selama menjalani rutinitas ber wirswasta.

HOAX – Mempunyai waktu luang lebih banyak  untuk keluarga .

Kejadiannya seperti ini : kita sekolah dibatasi guru – kuliah dibatasi dosen – kerja dihajar bos – nah wiraswasta pernah denger client rewel dan Investor ??  Semua ada yang membatasi, saya masih harus bekerja lebih dari 8 jam sehari dan tanggal di kalender saya butawarna alias nggak ada merah and libur. Crita ini dialami oleh hampir semua teman dan wiraswastawan sukses yg saya anggap guru dan mentor.
Menurut saya yg terjadi adalah BUKAN mempunyai lebih banyak waktu luang untuk keluarga, tetapi lebih leluasa mengatur alokasi waktu untuk keluarga.
Kalau memang bener pingin punya banyak waktu luang sampai saat ini saya masih percaya PNS pilihan terbaik untuk mewujudkannya.

HOAX – Supaya cepet kaya ..
Relatif … saya pernah merasakan bekerja 3 hari mendapatkan untung 432.000.000 – untung lo , margin, profit, bukan omzet … Tapi juga pernah merasakan dalam 1 hari lost 500.000.000.
Tapi yang paling berkesan adalah saat saya memulai wirausaha saya yang ke 2, dari total omset penjualan 100.000.000 an saya cm untung Rp. 15 , –  ( lima belas rupiah )  – salah ngitung konversi dollar.
Hal yang benar – benar harus diingat ketika anda ber wirausaha , keuntungan sebesar apapun itu harus diproyeksikan untuk rencana pemenuhan kebutuhan rutin operasional selama 1 tahun dahulu, sukur – sukur bisa nutup samape 5 tahun. Nah sisa nya di saving untuk biaya project berikutnya .
Kebanyakan wiraswastawan hancur karena ngk siap liat duit banyak …

Sekedar crita aja, ada layanan service penyimpanan data di internet yg cukup terkenal yaitu DROPBOX  nah, wiraswasta ini diawali 2 orang mahasiswa dari kamar kost mereka, ketika akhirnya ada yang mau menginvestasikan  ke mereka 1,5 juta USD posisi keuangan meraka tinggal 69 USD saat itu. Bayangkan dari 69 USD jadi 1,5  jt USD – kalau wiraswastawan indonesia saya yakin yg pertama dipikirkan adalah : “Sepertinya saya butuh mobil baru ini ….”

HOAX  – HUTANG untuk Usaha
Saya rasa yang ini termasuk yang paling unik, utang untuk usaha itu ibarat pedang bermata 2 – kalau anda menggunakannya dengan benar dan baik, faktor – faktor resiko sudah terkelola dengan baik, maka utang bisa menjadi leverage atau faktor pengungkit yang baik untuk usaha, tapi bila sebaliknya, kehancuran yang dibawa akan berlipat – lipat.

Sedikit tips untuk mengelola utang untuk modal usaha yang baik adalah sebagai berikut :
Pastikan utang yang akan kita gunakan untuk usaha ini akan bisa membawa keuntungan dalam jangka waktu yang bisa diperhitungkan.
Misalkan – Utang untuk membiayai project senilai Rp. 1 .000.000 dengan keuntungan Rp.500.000 yang akan diterima 3 bulan setelah proyek selesai.
Nah bila kita utang Rp. 1.000.000 dengan bunga 50.000 per bulan maka bila proyek mundur dan pembayaran mundur sampai lebih dari 10 bulan bisa dipastikan kita kerja bakti sosial. Nah perhitungkan baik – baik resiko nya dan kelola resikonya.

Bila utang anda digunakan untuk modal pembelian alat atau perlengkapan usaha, nah itu lebih abstrak lagi pehitungannya, karena perlengkapan usaha itu bila berupa alat akan ada nilai penyusutan dan sebagaian akan memakan biaya pemeliharaan dsb.
Kadang memang terkesan konyol, tapi ada seorang teman pengusaha restoran yang cukup sukses yang bercerita bahwa untuk membeli sebuah sendok sayur saja dia memiliki catatan jumlah sendok sayur yang dia punya dan dia memikirkan sampai cukup detail pemilihan harganya.
Yah memang harus detail se, Steve Jobs pun demikian.

Nah ini beberapa catatan yang saya catat seputar beberapa hal yang sering di TEKAN kan oleh para motivator untuk menjadi enterpreneur yang menurut saya tidak berimbang penyampaian faktanya.

Saya sangat setuju dengan gerakan untuk memotivasi rekan – rekan muda untuk menjadi wiraswastawan dan membantu menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi saya lebih setuju bila motivasi itu diberikan secara berimbang dan jangan melupakan cara mengelola faktor – faktor resiko yang ada.
Jangan sampai informasi yang diterima berkesan bombastis dan jauh dari kenyataan. Enterpreneur itu soal semangat dan kreativitas. Bila motivasi yang ada hanya sedangkal untuk menjadi kaya, maka yang lahir nanti adalah tidak lebih orang – orang rakus semacam koruptor dalam format yang berbeda.

 

2 thoughts on “HOAX motivator Wirausaha atau Enterpreneur di Indonesia – Versi Saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *