Marketing – part 2 – Marketing – Selling – Branding – Advertising

Ok menyambung tulisan saya terdahulu tentang Marketing, maka saya memutus kan menulis sambungan nya karena banyak nya request – krik .. krik ..

Kali ini saya akan mencoba membahas dari yg paling basic tentang pemahaman marketing itu sendiri.
Pemahaman dasar inilah yg sampai sekarang saya jadikan pedoman  menghadapi banyak nya carut marut teori marketing, selling, branding, social media marketing bla … bla … bla ….

Kata kunci nya adalah :

Marketing adalah proses “delivering value”  dari pihak produsen ke pihak konsumen …. STOP sampai disini.

Nah urusan setelah “value” itu sampai ke konsumen dan konsumen mau membayar untuk mendapatkan atau menikmati “value” tersebut , itu disebut proses selling – penjualan.

Nah tugas marketer atau pemasar adalah merancang sebuah strategi yang memungkinkan supaya “value” yang diyakini oleh produsen tersebut benar – benar bisa sampai kepada konsumen dan konsumen juga ikut yakin ..

Nah kita udah jauh ngemeng samape sini, saya lupa ngejelasin apa itu “value” .
Value kalau diterjemahkan secara preman ke bahasa Indo bisa diartikan sebagai “nilai” , nah nilai yg dimaksud mungkin lebih kepada “keunggulan” – faktor pembeda yg membuat sebuah produk layak dipilih, beda dari produk sejenis yg lain.
contoh nya :
Sama – sama komputer Apple dan Acer misalnya mereka menawarkan value yang berbeda.  Apple – Design yg cool, kemudahan penggunaan , prestige – sementara Acer lebih ke harga yang ekonomis, fitur lengkap, dan ada dimana – mana.

Balik lagi ke proses Marketing, pihak pemasar atau marketer atau manusia yang bertanggung jawab merencanakan strategi pemasaran harus paham bener value dari produk nya, jangan sampai salah atau cuma sepotong – potong saja.
Misalkan strategi marketing utk Acer, yg tersampaikan hanya value ” ada dimana – mana ” , akan terasa ampang dan galau karena septic tank juga ada dimana – mana , value nya sama ….

Nah pemahaman dasar ini penting mengingat ada beberapa keluhan dari teman – teman di marketing agency yang ketika berhadapan denga client dan mempresentasikan strategi karya mereka, si client selalu menanyakan berapa penjualan yang bisa saya dapat dari proses marketing ini.
OK memang dalam bisnis semua pada akhirnya balik ke “angka” tetapi perlu dipahami bahwa proses marketing tidak bisa dikalkulasikan dengan angka penjualan secara eksak, ada metode untuk itu tetapi tidak bisa dicampur adukan. Justru ketika seorang pemasar , memaparkan strategi marketing nya dan bisa dengan pasti menyimpulkan angka penjualan yang ditargetkan, itu justru perlu dicermati benar – benar.

Nah kondisi makin parah karena di Indonesia, disini telah terjadi proses pencampur adukan antara marketing dan selling, lowongan kerja marketing buntut – buntutnya disuruh selling …. itu beda.

Nah dari pemahaman dasar ini kita tidak akan terjebak dengan carut marutnya Marketing – Selling – Branding – Advertising  …

Tapi dari pengalaman saya , Marketer yang baik pasti jago jualan alias selling juga, sementara selles yang baik belum tentu bisa jadi Marketing Strategist yang baik.

CEO – CEO legendaris di dunia ini banyak yg berawal dari devisi marketing dan jago meramu strategi marketing, Jack Welch nya GM dan tentu saja the one and only Steve Jobs of Apple.

Yap sementara ini dahulu, semoga bermanfaat

2 thoughts on “Marketing – part 2 – Marketing – Selling – Branding – Advertising

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *