KPK , Polri dan Kejaksaan – catatan dari kasus Bibit dan Chandra

Setelah hingar bingar drama penangkapan Ketua KPK non aktif Bibit – Chandra. Diikuti dengan fenomena dukungan luar biasa dari sejumlah tokoh , Facebook dandilanjutkan dengan drama pemutaran rekaman penyadapan Anggodo di Mahkamah Konstitusional.

Benar – benar merupakan salah satu nikmatnya hidup di Indonesia, realityshow nya mantap – mantap, dan hiburan heboh drama manusia, tersedia gratis setiap saat.

Sore hari selepas jam 6 sore – WIB, sesampai lagi di kantor saya menyalakan TV dan meyaksikan drama berikutnya di TV One, Si Anggodo sang bintang hari itu hadir memberikan counter – kali ini saya cukup terkejut, karena punya nyali juga orang ini.
Adegan berikutnya munculah sang pengacara dari KPK , dan tiba – tiba saja entah kenapa simpati saya terhadap Bibit dan Chandra menjadi berkurang karena arogansi yang dipertontonkan oleh pengacaranya.
Posisi di atas angin sore itu dalam sekejap telah merubah perilaku pengacara KPK – Chandra M Hamzah menjadi mulai terlihat seperti para Jaksa dan aparat Kepolisian yang dituduhnya arogan dan sewenang – wenang, dengan senyum yang terlihat meremehkan dan berbicara tanpa mau memberikan kesempatan pada orang lain.
Entah kenapa tiba – tiba saya merasa begitu cepat sebuah arogansi baru dipertontonkan.

Pagi ini, semua berita , posting di Facebook, BLOGsphare dan Twitter, masih meneriakan kemenangan yang sama atas penangguhan penahanan Bibit dan Chandra, dan masih memaki Polri, Kejaksaan dan tentunya si Anggodo yang sedang berada pada titik nadirnya.

Saya berpikir, apakah saya yang aneh, apakah hanya saya yang merasakan keangkuhan sekejap para Pengacara Bibit – Chandra, dan apakah memang benar Bibit – Chandra tersebut 100% orang bersih ?

Betapa cepatnya reaksi sesaat orang – orang di sekitar saya.

Saya hanya berpikir, Polri , Kejaksaan dan KPK adalah satu kesatuan yang seharusnya memiliki tujuan sama.
Apajadinya bila setelah ini KPK lupa diri dan bermain gila dengan kekuasaannya?
Menyadap siapapun yang dianggap ancaman, lalu menggunakan rekaman penyadapan tersebut sebagai alat atau senjata demi kepentingan pribadi.
Apa jaminannya itu tidak akan terjadi ?

Alih – alih membuat sebuah mekanisme untuk mencegah inbalance antara ke 3 institusi ini terjadi, masyarakat, media , sebagian besar terhanyut menjadi penggembira, meneriakan yel – yel bagi para pemenang dan mencaci pihak yang dianggap zalim dalam DRAMA SESAAT BIBIT – CHANDRA .

Pertanyaan saya masih berlanjut sampai siang ini, kalau sudah ditangguhkan penahanannya , lalu apa?

One thought on “KPK , Polri dan Kejaksaan – catatan dari kasus Bibit dan Chandra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *