Ironi dari Sekolah Mahal ….

Beberapa hari ini agak lucu melihat lingkngan, teman – teman di  sekolahku tercinta yang mahalnya `ngk nguatin.

Beberapa bulan terakhir ini ak mulai gelisah , makin lucu dan aneh saja melihat perkembangan yang terjadi di sekolah ku ini…

Sebenarya harapan awal ketika aku masuk dan mendaftar untuk menjadi warga murida dari sekolah ku ini adalah supaya aku bisa mempunyai modal yang kuat untuk menjadi peorang wiraswasta … belum muluk – muluk sampai pengusaha he he he .

Tapi apa yang terjadi , semakin jauh saya terbenam semakin sayah menemukan bahwa sekolah ku yang satu ini sama mengecewakannya dengan sekolah – sekolah ku sebelum ini …

Tidak pernah memberikan kejelasan sejuh mana ilmu yang didapat akan diterapkan. Lebih ironis lagi ternyata harapan awal untuk mendapatkan ilmu menjadi wiraswastawan yang baik gagal total berganti menjadi ilmu untuk menjadi manager yang baik … Tetap aku syukuri dan saya pejari sebaik mungkin, karena ilmu apapun pasti akan bermanfaat dengan baik, bila pas penggunaanya.

Tetapi yang kadang lucu adalah melihat polah tingkah beberapa temen yang sangat bangga , kadang menjadi arogan dan terlalu tinggi menilai dirinya sendiri atas dasar statusnya sebagai murid dari Sekolah Mahal satu ini…

Bahkan belum mendapatkan gelarnya saja sudah nulis – nulis sebagai MBA candidate di CV he he he… n’dak ada yang salah se.. Wajar juga kl bangga, kan investasi buat sekolah di Sekolah Mahal ini juga n`dak sedikit …

Cm pernyataanya apakah emang kemampuannya semumpuni gelar yang dipunyai ???

Coba kl kita wawancara dengan owner sebah perusahaan dan ditanya 

” Okew kamu mau gaji berapa ? ” 

” Ini saya mau kamu kelola perusahaan saya pake ilmu yang kamu punya, saya mau keuntungan sekian dari total sekian investasi saya ”

Mampu ‘ngk yah kira – kira ?? 

Penyakit kebanyakan fresh graduate indonesia .. Expectasi yang terlalu tinggi , susah ngaca …. dan kenapa yah selalu saja mengejar pekerjaan di kantor dengan gaji yang besar … 
Kenapa ndak ada yang berusaha menggunakan ilmunya untuk menjadi enterpreneur … membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain …
Kenapa tidak berusaha untuk mengunakan ilmunya untuk memulai dan mebangun sebuah usaha yang sehat dan rapi.  
Memang saat ini saya menjadi karyawan lagi setelah jatuh miskin karena gagal usaha ha ha ha ha … Tapi semangat untuk balik usaha dan wiraswasta lagi tetap menggebu …

Seperti kata Mbah Noto , sehebat – hebatnya seorang karyawan dia tetep “buntut” , “buntut” naga sekalipun tempatnya tetep deket dubur, siap – siap ajah kecipratan tai …. e`ek 

Sekecil – kecilnya wiraswastawan dia tetep kepala, walau kepala coro, dia bisa bangga karena bisa cari makan buat anggota badannya ….

Semoga bisa menjadi bahan renungan … sori kl n`dak lucu tulisannya …
Buat saya yang lucu orang – orang nya …. Termasuk saya mungkin yah …

3 thoughts on “Ironi dari Sekolah Mahal ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *